(TMMD) TENTARA MANUNGGAL MEMBANGUN DESA
Desa Taji kecamatan jabung kabupaten malang di bulan oktober akan ada acara TMMD Yaitu Tentara Manunggal Masuk Desa. Membangun mulai dari Rabat Beton,TPT,Peningkata Jalan , RTLH , Pelatihan DLL.
Pintu gerbang informasi digital administrasi, potensi perkebunan kopi, pesona wisata alam, serta kelestarian ragam budaya luhur masyarakat lereng pegunungan Kecamatan Jabung.
Desa Taji berada pada kawasan dataran tinggi lereng pegunungan dengan ketinggian 1200 meter dari permukaan laut serta memiliki luasan total wilayah mencapai 137,160 Ha. Berada di ujung timur batas Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan akses jarak ± 15 KM menuju kecamatan.
*Secara keseluruhan wilayah desa terbagi operasional dalam 2 RW dan 9 RT.
Dahulu pemukiman di kawasan ini terdiri atas empat dusun terpencar yang dipisahkan oleh hamparan perbukitan hutan lebat, yakni pemukiman Sanggrahan, Djajang (kini Krajan), serta Magersari dan Tangkil (kini Umbut Legi).
"Keempat dusun terpisah ini kemudian disatukan menjadi kesatuan wilayah administratif desa yang semula dinamakan Toji yang memiliki kepanjangan filosofis Toto Dadi Siji (Tertata Menjadi Satu). Seiring waktu, masyarakat lebih terbiasa melafalkannya dengan sebutan Desa Taji."
Melalui transformasi zaman dan program integrasi berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pusat, roda infrastruktur pembangunan Desa Taji senantiasa dibenahi secara berangsur guna mengatasi kompleksitas tantangan geografis pegunungan.
Sejak periode kolonial Belanda, wilayah Desa Taji telah dikenal sebagai salah satu titik penghasil biji kopi berkualitas di Pulau Jawa dengan bukti otentik tersisanya varietas pohon Kopi Arabika Jenis Typica di kawasan pegunungan setempat.
Sempat terhenti akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sayur komersial yang memicu kerentanan erosi, inisiasi restorasi hijau kembali digalakkan pada tahun 2010 melalui aksi pelestarian lingkungan oleh Babinsa Bapak Heri Purnomo melalui penanaman kembali ribuan komoditas bibit kopi.
Pada tahun 2018, unit gerai hilirisasi produk resmi dibuka lewat unit Kedai Kopi Taji yang dikelola secara mandiri oleh Mas Sukron bersama keluarga, hingga berhasil meraih ragam penghargaan roastery regional Jawa Timur.
Varietas kopi warisan perkebunan kolonial legendaris pegunungan Taji yang memiliki tempat tersendiri di industri roastery Jawa Timur.
Kawasan air terjun alami berbalut nilai historis yang konon menjadi titik markas persembunyian pejuang lokal saat masa penjajahan kolonial Belanda.
Area perkemahan alam terbuka dataran tinggi yang aktif dikembangkan sejak tahun 2010 dan telah terintegrasi dengan akomodasi *homestay* swadaya di rumah warga.
Inovasi agrowisata baru berbasis kemitraan gotong royong warga menanam pohon jeruk bersama, yang diproyeksikan siap beroperasi penuh untuk publik pada tahun 2027.
Kelestarian pagelaran seni tradisi bernilai luhur senantiasa dirawat aktif oleh masyarakat sebagai instrumen silaturahmi sosial penguat keharmonisan antar-warga desa.
Eksis sejak era 90-an menggunakan iringan kendang murni. Memasuki tahun 2015, sistem iringan mulai diselaraskan menggunakan perangkat audio sound elektrik guna efisiensi biaya operasional panggung warga.
Kebudayaan tari berkuda klasik yang mengakar kuat sejak periode tahun 60-an di Desa Taji, dengan komitmen pelestarian instrumen ketukan ritmis yang murni bersumber dari ketukan kendang.
Desa Taji kecamatan jabung kabupaten malang di bulan oktober akan ada acara TMMD Yaitu Tentara Manunggal Masuk Desa. Membangun mulai dari Rabat Beton,TPT,Peningkata Jalan , RTLH , Pelatihan DLL.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN menyelenggarakan pelatihan pertanian berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup teknik pertanian organik, pengelolaan air, dan konservasi tanah. Peserta pelatihan didominasi oleh generasi muda yang antusias belajar tentang pertanian modern. Diharapkan dengan pengetahuan ini, produktivitas pertanian di desa dapat meningkat dan ramah lingkungan.
Dalam rapat desa bulan ini, pembahasan utama adalah tentang pembangunan infrastruktur jalan menuju ke area pertanian. Presiden desa menjelaskan rencana detail tentang biaya, jadwal pelaksanaan, dan manfaat yang akan diterima masyarakat. Diskusi berlangsung dengan aktif, dengan banyak masukan dari warga yang hadir. Direncanakan pembangunan akan dimulai pada bulan depan dengan melibatkan gotong royong dari warga desa.